Posts

Penyesalan Datangnya di Akhir

Semua orang punya rencana, kan? Iya, aku juga. Aku juga punya rencana. Pagi ini, sudah banyak pikiran tertanam dalam otakku. Ulangan Fisika, Hukum I-III Newton, gaya gesek, rumus-rumus berat jenis dan berat benda, tak lupa rumus untuk mencari resultan gaya itu apa. Huh, namanya juga kehidupan sekolah. Iya, tak lepas dari kata M-E-N-G-H-A-F-A-L. Belum lagi Ulangan Agama, arti-arti persahabatan, buah-buah dari persahabatan, dan juga unsur-unsur pendukung persahabatan. Yang ini, sih masih bisa diajak kompromi. Ohya! Script Drama Inggris! Aku harus menghafalkan semua bagian dari itu. Heran, weekend, dengan beribu tugas tercantum dalam buku tugasku! Pikiran lainnya? Ya, siapa lagi kalau bukan kamu. Hari ini aku sudah membuat skenario untukmu. Sampai di sekolah, aku meletakkan tas ku. Buku cetak ada empat-belas, masuk akal! Bangkuku paling depan, kutaruh tasku di dekatnya dan membuka script drama inggris. Rosaline, tokoh yang akan kuperankan nantinya. "I'm sorry Rom...

Masih Ingat Aku, kan?

Image
Halo, kalian! Bagaimana keadaan kalian? Sungguh, aku harap kalian masih tetap baik-baik saja seperti terakhir kita bertemu. Haha, ya! Jarak sudah lama memisahkan kita, hampir 2 tahun lamanya. Lama sekali! Kalian masih ingat aku, kan? Aku harap ya, karena aku tidak akan pernah melupakan kalian, sungguh! Maksudku menulis ini? Tidak, aku hanya sedang sangat merindukan kalian. Entahlah, tiba-tiba saja aku jadi teringat kalian semua. Aku hanya khawatir jika kalian sudah tidak ingat kepadaku lagi. Haha, perasaan yang konyol bukan? Kalian merasa takut dilupakan oleh orang-orang yang begitu berarti bagi hidup kalian, dan kalian benar-benar merindukan mereka. Perasaan ini wajar, kan teman? Entah kalian menganggapku berlebihan atau bagaimana Namun, sungguh, aku benar-benar merindukan kalian Dan hanya ini yang bisa kusampaikan kepada kalian untuk mencurahkan rasa rindu yang tak bisa diucapkan dari mata ke mata. Ya, hanya ini. Aku hanya ingin bercerita saja atas keadaanku saat in...

Apa Artinya?

Sudah lama aku tak membuat tulisan tentangmu lagi. Ada apa? Apa aku melupakanmu? Tentu saja tidak. Bagaimana bisa aku melupakan sosokmu begitu saja, justru akhir-akhir ini sosokmulah yang terus mengganggu dan mengusik kenyamananku denganmu. Aneh, satu kata yang tepat untukmu. Hari setelah acara itu, segalanya seperti berubah begitu saja. Entah apa yang merasuki pikiranmu tiba-tiba itu, sehingga tak banyak yang dapat kutebak dari semua tanda kutip yang kamu buat. Kamu berubah seratus-delapan-puluh-derajat daripada biasanya. Kamu menjadi sosok yang baik, sangat baik malah. Setelah aku bertanya "Apa kamu sedang marah denganku?" Kamu menjawabnya dengan tegas,"Tidak. Tentu saja tidak. Kamu adalah teman yang sangat baik." Karena pesan singkat itulah kamu berubah begitu baik denganku. Hal-hal yang selama ini kurindukan kini muncul kembali. Rupanya, sosokmu bagiku tetap saja tidak berubah, walau tentu saja pasti banyak perubahan antara kita sekarang. Kam...

Kamu Salah Menilai Kami, Temanku

Postingan ini kutulis ditengah kesibukanku, belajar untuk ulangan besok. Kenapa? Apa aku memperhatikanmu selalu akhir-akhir ini, temanku? Ya, bagaimana mungkin aku bisa tidak memperhatikanmu terus akhir-akhir ini? Kamu yang selalu menulis segalanya tentang aku dan teman-teman dekatku di twitter telah buatku resah. Kamu selalu menulis tentang hal-hal negatif tentang teman dekatku, yang cukup menguras emosinya pula. Kamu yang menyindirku habis-habisan di twitter malah bersikap ramah denganku saat kita chatting dan bertemu. Kamu yang telah biarkan orang-orang mengetahui hal-hal yang cukup jahat saat kau ceritakan hal yang tidak benar kepada mereka, membuatku khawatir. Sebenarnya, apa yang buat kamu begitu membenci kami? Biar aku tegaskan, teman. Tidak, semua hal negatif tentang kami yang kamu ceritakan itu salah. Kami berteman, berteman dekat, bersahabat yang sangat dekat. Bukan, kami bukan kelompok inklusif yang menutup teman-teman lain untuk berteman dengan kami. Kami tidak p...

Karena Kamu Tidak Tahu Rasanya Jadi Aku

Untuk tertidur sambil mendengarkan musik di kamar rasanya sangat mudah bagiku. Hari ini kami mendapatkan tugas yang cukup banyak, belum juga beberapa tugas menumpuk untuk besok. Tidak, aku tidak membiarkan egoku untuk tertidur dan terdiam saja sambil mendengarkan musik. Aku mengambil laptop dan mengotak atik imajinasiku kembali. Menulis blog, rutinitas yang hampir setiap minggu kulakukan. Ya memang benar, hanya blog lah yang bisa mengerti apa yang aku rasakan saat ini. Hanya ia yang mau mendengarkan curhatanku, bahkan mendengar rintihan-rintihan tak jelas yang sering kurasakan. Tidak, tidak semua yang kutulis tentang kamu. Kenapa? Aku khawatir jika suatu saat kamu akan membaca seluruh isi blog ini dan kamu menyadari bahwa semua yang kutulis ini adalah tentang kamu. Aku tak ingin suasana menjadi bertambah buruk, seiring kamu yang sekarang tak pernah peduli lagi tentangku. Aku tidak ingin kamu menambah jarak yang telah kita-yang secara tidak otomatis-tentukan. Aku tid...

Bisakah Kaubayangkan?

Sudah lama aku merasa tak terlihat dan diam di hadapanmu. Iya, sebenarnya sudah lama sekali, sejak awal kita masuk sekolah yang baru. Entah, entah apa yang buat kamu jadi begitu berubah. Aku belum pernah menanyakan hal itu sebelumnya. Sudah lama aku tak pernah berbicara kepadamu. Iya, sebenarnya itu membunuhku pelan-pelan. Buatku kesepian dan termenung untuk menunggu pesan singkat darimu. Buatku gila setiap engkau membalasnya walau hanya beberapa huruf saja yang kau kirimkan. Sudah lelah aku diam-diam dan pura-pura tak pernah kenal jika aku bertemu denganmu. Aku sudah jenuh harus tak pernah peduli di hadapanmu dan menjauhkan diriku darimu. Kamu yang dulu selalu dekat denganku kini jauh ditelan bumi. Temanmu bukan lagi aku. Dan mungkin aku bukan lagi kau anggap temanmu. Lalu, bagaimana caranya supaya kita bisa kembali seperti dahulu? Siang ini aku termenung di depan kelas, melihat punggungmu yang hilang begitu saja dengan motor ninja yang dikendarai kakakmu itu. Kakakmu yang b...

Tahu Diri

Jari-jari ini tiba-tiba kelu sendiri setelah memencet tuts-tuts piano memainkan lagu yang bergenre galau. Bukan tipe yang galauers, tapi memang kenyataannya lagu galau itu enak didengerin kok. Berhenti sejenak dari lagu yang dari tadi chord-chord nya kumainkan berulang-ulang kali. Iya, Maudy Ayunda, Tahu Diri. Cukup tahu diri saja, lagu itu memang galau, sekali. Hai selamat bertemu lagi Aku sudah lama menghindarimu Sialku lah kau ada di sini Sungguh tak mudah bagiku Rasanya tak ingin bernafas lagi Tegak berdiri di depanmu kini Sakitnya menusuki jantung ini Melawan cinta yang ada di hati Dan upayaku tahu diri tak selamanya berhasil ‘pabila kau muncul terus begini Tanpa pernah kita bisa bersama Pergilah, menghilang sajalah lagi Bye selamat berpisah lagi Meski masih ingin memandangimu Lebih baik kau tiada di sini Sungguh tak mudah bagiku Menghentikan segala khayalan gila Jika kau ada dan ku cuma bisa Meradang menjadi yang di sisimu Membenci nasibku yang tak berubah Dan upayaku tahu...